おかえりなさい
Profile

| Birth Name | Takeuchi Nari |
| Nickname | Nari |
| Place of Birth | Jinhae-gu, South Korea |
| Date of Birth | 17 July 2000 |
| Zodiac | Cancer |
| Gender | Female |
| Blood-Type | O |
Background Story

17 Juli 2000
Suara tangisan seorang bayi mungil memecah heningnya malam, membuat semua yang ada disana terdiam. Kehadiran sang gadis yang dinanti keluarga kecil tersebut ternyata harus dibayar dengan nyawa. Ya, bertepatan dengan lahirnya seorang Takeuchi Nari, seorang wanita yang seharusnya tersenyum pertama kali melihatnya itu menghembuskan napas terakhirnya.
Semua orang yang berada disana terdiam hingga beberapa menit selanjutnya. Entah mereka harus bersuka cita atau berduka. Nari masih tidak mengerti apapun, ia hanya bisa menangis, meminta perhatian dari orang - orang disana. Namun nihil, tidak ada yang begitu memperhatikan bayi mungil tersebut. Hanya usapan tangan seorang suster yang sedang menjalankan tugasnya sambil tetap terdiam. Tidak ada senyuman, tidak ada ekspresi. Memandang bayi tersebut seperti sebuah boneka.
17 Juli 2005
Waktu berlalu, kenangan pahit tersebut masih membekas pada seorang pria yang kini menatap gadis kecilnya yang sedang terdiam dengan baju kotor setelah dijahili beberapa anak di taman kanak - kanak. Sampai sekarang pria itu masih tidak tahu harus bagaimana. Haruskah ia bersuka cita atau berduka. Sebuah perasaan yang masih digelutinya selama 5 tahun lamanya bahkan karena perasaannya itu, ia tidak bisa mengurus anak semata wayangnya dengan benar.
Sebuah kado yang sedari tadi digenggamannya ia lempar begitu saja, membuat gadis yang kini berusia 5 tahun itu hanya menatap kado serta pria yang ia sebut ayah secara bergantian. Berbeda dengan 5 tahun yang lalu, kini ia bisa sedikit memahami situasi.
Ah, apakah ini yang dinamakan kehidupan yang tidak diharapkan?
25 Desember 2010
Sebuah rumah yang terletak dipinggiran kota itu hanya ditatap oleh sang gadis dengan tatapan kosong. Pria yang ia anggap ayah itu menitipkannya pada seorang wanita tua penjaga kuil di dekat sana.
"Aku akan kembali, baik - baik disini ya"
Sebuah kalimat terakhir yang ia dengar sebelum pria itu meninggalkan Nari dengan koper hitamnya. Wanita tua yang sedari tadi hanya menatapnya jauh menghampirinya, merangkum anak tersebut sambil tersenyum.
"Selamat datang di rumah, Nari. Mau makan apa hari ini?"
dan kalimat pertama itu berhasil membuatnya meneteskan air mata setelah 10 tahun lamanya.
13 November 2013
Surat berwarna unik yang tergeletak di lantai terasnya itu menarik perhatian Nari ketika ia tengah membersihkan halaman. Ia bergegas menghampir neneknya dan menyerahkan surat tersebut.
Ia tak mengerti apa - apa ketika tiba - tiba saja wanita tua yang sudah merawatnya selama 3 tahun itu memeluk dirinya.
"Selamat! Akhirnya kamu diterima bersekolah di Mahoutokoro!" seru wanita itu, namun tidak ada ekspresi bahagia yang berada di raut wajahnya. Pikirannya berjalan kemana - mana, ia berpikir bahwa dirinya kembali dibuang untuk kesekian kalinya. Sekolah bukanlah tempat yang baik baginya, ada beberapa kenangan buruk ketika ia bersekolah sehingga memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya dengan home schooling.
Wanita tua itu tersenyum sambil menggenggam tangan Nari.
"Sudah saatnya kamu untuk melangkah dari zona nyaman, Nari. Nari, cucuku yang paling kusayang. Sekolah, bukanlah tempat yang menakutkan seperti yang kau pikirkan. Itu adalah tempat agar kamu dapat berkembang, menjadi sosok yang lebih baik lagi, menjadi sosok yang kuat. Bukankah kau ingin menjadi penyihir hebat sepertiku?"
Butuh beberapa waktu hingga kalimat tersebut yang akhirnya mematahkan segala pikiran negatif yang berada di benaknya. Benar, dia ingin menjadi kuat, menjadi sosok yang lebih baik lagi, dia tidak bisa terus menyusahkan sang nenek, dia ingin menjadi sosok yang berguna untuk neneknya, dan bersekola di Mahoutokoro akan dijadikannya sebagai langkah awal untuk membahagiakan sang nenek.
Trivia

> Nari adalah seorang half-blood witch. Sang ibunda adalah muggle dan ayahnya adalah seorang pure-blood witch.
> Ia sangat menyukai kucing dan juga anime.
> Semenjak ditinggal oleh ayahnya, ia sudah lama tidak mendengar kabar beliau. Bahkan neneknya sendiri tidak mengetahui keberadaan ayahnya.
> Pertama kali ia mengetahui dirinya adalah seorang penyihir karena sang nenek yang menceritakan lebih dalam mengenai silsilah keluarga mereka dan mengajarinya beberapa sihir dasar.
> Nari sebenarnya adalah sosok yang pendiam dan suka memendam. Namun akhirnya ia memaksakan diri untuk lebih friendly dan terbuka karena ia yakin dengan merubah sifatnya maka dapat mempermudah dirinya dalam bersosialisasi.
> Menyukai warna - warna pastel.
> Merupakan fans dari salah satu grup korea selatan, yaitu NCT dengan bias Kim Doyoung.
Achivement
4 Times 1st RankParticipant Theater of Mahoutokoro - Explosion of UnityLeader of Tsuchi32nd Shinnyusei Festival CommitteeMahoutokoro Institute of Spirit and Magic 14th Graduates (Oktober 2020)









